
Desa Berakit yang terletak di ujung utara Pulau Bintan menghadap langsung ke perairan laut luas. Melalui BUMDes Desa Berakit, kami merawat kearifan maritim leluhur menjadi karya batik tulis eksklusif yang sarat makna dan nilai luhur.
Desa Berakit dianugerahi bentang pesisir alami, ekosistem mangrove yang asri, serta perairan Selat Malaka yang kaya. Sejak dahulu, denyut kehidupan warga menyatu erat dengan laut. Realitas bahari inilah yang dituangkan ke dalam lembaran kain batik, mengabadikan kisah nelayan dan kekayaan maritim Bintan.
Memanfaatkan getah pohon bakau mangrove, kulit kayu secang, dan dedaunan pesisir sebagai pewarna alami ramah lingkungan tanpa mencemari terumbu karang.
Setiap kain diukir manual menggunakan canting lilin malam panas oleh ibu-ibu perajin selama berminggu-minggu, bukan hasil sablon cetak mesin pabrikan.
Inisiatif kreatif ini dibina langsung di bawah naungan BUMDes Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, sebagai motor penggerak desa wisata dan pelestarian budaya lokal.
Kerang Gonggong adalah biota laut khas yang hidup di perairan dangkal Pulau Bintan dan menjadi ikon kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau. Dalam filosofi batik Berakit, Gonggong melambangkan keteguhan, kesabaran, dan keuletan hidup yang tidak mudah goyah diterpa ombak samudra.
Diilhami dari deburan ombak laut yang setia mengiringi perjalanan para nelayan Desa Berakit melaut. Goresan ombak dan terumbu karang melambangkan keberanian mengarungi samudera luas, fleksibilitas dalam menghadapi perubahan zaman, serta keharmonisan batin dengan alam.
Bentuk penghormatan terhadap hutan mangrove yang menjadi benteng alami pelindung daratan Desa Berakit dari ancaman abrasi laut. Akar bakau yang mencengkeram kuat tanah melambangkan persatuan persaudaraan warga desa dan komitmen merawat masa depan generasi penerus.
Melalui inisiatif BUMDes Desa Berakit, ibu-ibu rumah tangga dan keluarga nelayan dibina untuk mandiri secara ekonomi, mengubah keterampilan seni tradisional menjadi sumber penghidupan yang bermartabat.
Saat musim angin utara dan ombak besar membuat aktivitas melaut terhenti, membatik hadir sebagai tumpuan ekonomi keluarga yang stabil untuk biaya dapur, pendidikan anak, dan tabungan masa depan.
Melalui pelatihan intensif bersama BUMDes dan tim PKM, para ibu perajin mengasah teknik canting lilin malam halus, peracikan warna alami mangrove, serta standarisasi mutu kain berkualitas.
Sanggar batik BUMDes Berakit menjadi ruang kreatif yang guyub, tempat ibu-ibu berkumpul, bertukar cerita, saling mendukung antar-keluarga nelayan, serta merawat kebanggaan budaya pesisir.
“Ketika Anda mengenakan Berakit Series, Anda tidak sekadar memakai batik berkualitas, melainkan turut menyalakan harapan, kemandirian, dan masa depan keluarga perajin di pesisir Bintan.”
Kami tidak sekadar menjual produk; kami menghadirkan warisan budaya pesisir yang otentik. Setiap transaksi mendukung kesejahteraan perajin dan keluarga Desa Berakit.
Gratis ongkir untuk pembelian di atas Rp 150.000 ke seluruh wilayah Indonesia.
Dibuat menggunakan canting lilin malam asli oleh perajin Desa Berakit dengan bahan berkualitas.
Sistem transaksi terenkripsi aman. Mendukung Transfer Bank, QRIS, dan COD (Bayar di Tempat).
Tim BUMDes Berakit siap melayani pertanyaan dan konsultasi pembelian secara langsung.
Setiap lembar kain Berakit Series melewati 4 tahapan pembuatan yang sarat ketelitian dan kesabaran—mulai dari goresan sketsa pensil, canting lilin malam, hingga perendaman pewarna alami mangrove oleh para ibu perajin.
Sketsa motif bahari (Kerang Gonggong, Ombak Samudra, Daun Bakau) digambar manual di atas kain mori primissima atau sutra halus. Dilanjutkan penorehan lilin malam panas menggunakan canting tembaga secara teliti untuk mengunci pola agar tidak terkena rembesan warna.
Kain dicelup berulang kali ke dalam cairan rebusan getah pohon bakau mangrove, kulit kayu secang, dan dedaunan pesisir. Proses alami ramah lingkungan ini menghasilkan gradasi warna bahari yang hangat, khas, dan aman bagi ekosistem perairan laut.
Kain yang telah diwarnai direndam dalam larutan fiksasi alami seperti tawas atau kapur sirih. Tahapan ini mengunci molekul warna alami ke dalam serat kain terdalam, memastikan warna batik tetap cerah, awet, dan tidak mudah luntur saat dicuci.
Kain dimasukkan ke dalam air mendidih untuk meluruhkan seluruh lapisan lilin malam (proses nglorod), menyingkap keindahan motif batik yang kontras dan bersih. Kain kemudian dibilas air bersih dan diangin-anginkan di bawah semilir angin pantai Desa Berakit.
Pengalaman dan testimoni nyata dari pembeli batik tulis asli warisan budaya pesisir Desa Berakit.
Find answers to the most common inquiries regarding our products, shipping, and secure village enterprise ecosystem.
Sebagai badan usaha resmi desa, BUMDes Desa Berakit menjamin keaslian batik tulis tangan murni, bahan baku alami bersertifikasi aman, harga tangan pertama tanpa perantara, serta garansi kepuasan penuh bagi setiap pembeli.
Dipilih dari serat alami katun mori primissima mutu tinggi dan sutra halus yang adem, nyaman dipakai seharian, serta memiliki daya serap pigmen warna alami yang tahan lama.
Ekstrak alami getah mangrove dan dedaunan pesisir difiksasi dengan mineral alami tanpa zat pewarna sintetis beracun (bebas logam berat), sangat aman bagi kulit sensitif.
Tanpa perantara distributor mahal. Anda mendapatkan harga resmi tangan pertama dari BUMDes, di mana seluruh transaksi langsung mengalir untuk kesejahteraan para ibu perajin.
Jika kain yang diterima mengalami cacat tenun atau ketidaksesuaian pesanan, kami menyediakan layanan penggantian kain baru atau pengembalian dana 100% tanpa proses berbelit.
Setiap karya adalah produk resmi Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, yang dikembangkan bersama program pengabdian masyarakat PKM perguruan tinggi.
Kunjungi kantor operasional BUMDes Berakit. Rasakan dan lihat langsung proses pembuatan batik tulis pesisir.
Jalan Bhatin Muhammad Ali, Gang Asiah No. 20, RT 06 / RW 03, Semelur Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau
Local Time / GMT+7
24/7 Secure Contact Channel